Senin, 01 Juli 2013

Artikel Tentang Motivasi : Jadilah Protagonis Kehidupan (Menjadi Orang Baik)

Halo orang-orang sukses!

Ketika kita menonton film, pasti kita selalu memperhatikan ada dua sisi dalam didalamnya. Baik itu film hollywood, sinetron, telenovela bahkan sinema laga yang ada naga terbangnya, hehehe. Sisi yang pertama adalah sisi baik, yang memerankannya disebut protagonis. Lawannya adalah sisi buruk atau antagonis.

Saat menonton, pasti kita akan mendukung dan menginginkan 'kemenangan' atau 'kebahagiaan' didapatkan oleh protagonis. Sebaliknya, kita pasti ingin peran antagonis itu gagal dan tidak berhasil melakukan aksi-aksinya. Kita bahkan akan sangat puas ketika protagonis dalam film mendapatkan happy ending dan biasanya agak kecewa kalau ceritanya sad ending.

Sama halnya dengan film, begitu juga dengan kehidupan kita. Dalam hidup kita selalu berhadapan dengan dua sisi, sisi baik dan buruk. Begitu juga orang-orang yang kita temui dalam kehidupan, sebagian ada yang memerankan protagonis, sebagian lagi antagonis.Dalam film, ada penilai yang akan menilai cerita film tersebut, mereka adalah penonton. Dalam kehidupan, penilainya adalah Dia yang menciptakan alam semesta raya dan kehidupan. Nah disinilah kita harus memilih, mau menjadi protagonis atau antagonis dalam hidup kita?

Saya tebak, anda pasti menjawab untuk menjadi orang baik. Pertanyaannya, mengapa anda memilih menjadi orang baik? Itu karena kita memang diciptakanNya untuk menjadi manusia yang baik. Jangankan anda, orang jahat sekalipun pasti dalam hatinya masih ada kasih sayang. Namun mereka melawan nilai-nilai kebaikan tersebut.

Tapi kenyataannya, banyak orang berkata terkadang sulit sekali menjadi orang baik. Lingkungan, keadaan dan berbagai alasan lainnya membuat kita sulit untuk berbuat baik. Bagaimana kalau orang menghina saya? Bagaimana kalau orang jahat kepada saya? Bukankah saya boleh membalas? Tadi ada orang yang jutek sama saya, ya sudah saya balas jutek juga sama dia. Bukankah hal-hal itu sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari?

Saya memiliki kalimat yang bagus, 'Kebaikan itu muncul dari dalam diri dan tidak tergantung lingkungan kita. Bagaimanapun orang dan lingkungan memperlakukan kita (baik atau buruk), orang baik akan tetap bersikap baik.'


Sehingga apapun yang terjadi, orang yang benar-benar baik akan terus bersikap baik. Tidak ada rasa iri dengki, sombong, kecewa atau hal-hal negatif lain dalam kehidupannya. Terserah orang berkata apa, memperlakukan seperti itu. Balaslah dengan kebaikan. Seperti Nabi Muhammad kepada Yahudi Tua yang Buta. Seperti Nabi Muhammad kepada masyarakat Mekkah yang melemparinya. Nabi Muhammad diizinkan untuk membalas sesuai kadar serangan yang beliau dapatkan. Tapi beliau memilih untuk tetap berbuat baik dan mendoakan. Itulah Protagonis kehidupan yang sejati.

Dengan menjadi protagonis, akan banyak sekali orang yang mendukung dan mensupport kita. Bagaimana kalau ada orang yang tidak suka atau membenci kita dengan mengatakan sok baik dan sebagainya? Itu bukan masalah. Sudah menjadi hukum alam bahwa sebaik apapun manusia, pasti akan ada yang tidak suka dengan kita. Nabi Muhammad saja yang sudah dijamin baik dari segala sisi, masih saja ada yang benci dan tidak suka. Apalagi kita yang baru belajar menjadi orang baik. So, Jadi orang baik saja sudah banyak yang tidak suka, apalagi kalau jadi orang jahat.

Maka mulai sekarang, mari kita beramai-ramai untuk menjadi Protagonis dalam kehidupan kita sehari-hari!

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Edvan Muhammad Kautsar
Motivator | Entrepreneur | Author
Twitter: @EdvanMKautsar | FB: Edvan M Kautsar Official
Mengundang sebagai pembicara: 0812 1040 2448 (SMS ONLINE)
Pre Order Buku The EMK: kautsarmanagement@yahoo.com 
(Subject: PO Buku The EMK ; Tuliskan nama & No. Telp)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar