Jumat, 25 April 2008

Artikel Motivasi: Kisah ini Akan Mengajarkan Kita untuk Berpikir Positif


Assalamu'alaikum Wr.Wb..


Selamat PAGI ! ! ! !

hmm.. tmend2, saya punya sebuah kisah nii... Mudah2an bermanfaat, kamu tinggal ambil sisi baiknya, buang buruknya.. Tapi, di kisah ini saya kira 100% baik dan bermanfaat..

Mari sebelumnya kita sama2 baca Basmallah, Bismillahirrahmanirrahim...

Dikisahkan, dua orang laki-laki bersaudara bekerja pada sebuah pabrik kecap dan sama-sama tekun belajar Islam. Sama-sama mengamalkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari semaksimal mungkin. Mereka acap kali harus berjalan kaki untuk sampai ke rumah guru pengajiannya. Jaraknya sekitar 10km dari rumah peninggalan orangtua mereka.

Suatu ketika sang kakak berdo'a memohon rejeki untuk membeli sebuah mobil supaya dapat dipergunakan untuk sarana angkutan dia dan adiknya, bila pergi mengaji. Allah mengabulkannya, tak lama kemudian sebuah mobil dapat dia miliki dikarenakan mendapatkan bonus dari perusahaannya bekerja.


Lalu sang kakak berdo'a memohon seorang istri yang sempurna, Allah mengabulkannya, tak lama kemudian sang kakak bersanding dengan seorang gadis yang cantik serta baik akhlaknya.


Kemudian berturut-turut sang Kakak berdo'a memohon kepada Allah akan sebuah rumah yang nyaman, pekerjaan yang layak, dan lain-lain. Dengan itikad supaya bisa lebih ringan dalam mendekatkan diri kepada Allah. Dan Allah selalu mengabulkan semua do'anya itu.


Sementara itu, sang Adik tidak ada perubahan sama sekali, hidupnya tetap sederhana, tinggal di rumah peninggalan orang tuanya yang dulu dia tempati bersama dengan Kakaknya. Namun karena kakaknya sangat sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak dapat mengikuti pengajian, maka sang adik sering kali harus berjalan kaki untuk mengaji kerumah guru mereka.


Suatu saat sang Kakak merenungkan dan membandingkan perjalanan hidupnya dengan perjalanan hidup adiknya. Dia dia teringat bahwa adiknya selalu membaca selembar kertas saat dia berdo'a, menandakan adiknya tidak pernah hafal bacaan untuk berdo'a. Lalu datanglah ia kepada adiknya untuk menasihati adiknya supaya selalu berdo'a kepada Allah dan berupaya untuk membersihkan hatinya, karena dia merasa adiknya masih berhati kotor sehingga do'a-do'anya tiada dikabulkan oleh Allah azza wa jalla.


Sang adik terenyuh dan merasa sangat bersyukur sekali mempunyai kakak yang begitu menyayanginya, dan dia mengucapkan terima kasih kepada kakaknya atas nasihat itu.


Suatu saat sang adik meninggal dunia, sang kakak merasa sedih karena sampai meninggalnya adiknya itu tidak ada perubahan pada nasibnya sehingga dia merasa yakin kalau adiknya itu meninggal dalam keadaan kotor hatinya sehubungan do'anya tak pernah terkabul.


Sang kakak membereskan rumah peninggalan orang tuanya sesuai dengan amanah adiknya untuk dijadikan sebuah mesjid. Tiba-tiba matanya tertuju pada selembar kertas yang terlipat dalam sajadah yang biasa dipakai oleh adiknya yang berisi tulisan do'a, diantaranya Al-fatehah, Shalawat, do'a untuk guru mereka, do'a selamat dan ada kalimah di akhir do'anya:


*"Ya, Allah. tiada sesuatupun yang luput dari pengetahuan Mu, Ampunilah aku dan kakak ku, kabulkanlah segala do'a kakak ku, bersihkanlah hati ku dan berikanlah kemuliaan hidup untuk kakakku didunia dan akhirat,"

*
Sang Kakak berlinang air mata dan haru biru memenuhi dadanya, tak disangka ternyata adiknya tak pernah sekalipun berdo'a untuk memenuhi nafsu duniawinya.

Alhamdulillahirabbil'alamin, sampai disini ceritanya.. sekarang kita ambil hikmahnya...

Temen2, mungkin ada diantara kita yg berlinang air mata membaca kisah ini, jadi klo kamu berlinang air mata, segeralah minta ampun kpd Allah, bisa jd selama ini kamu sering bersuudzon sama orang lain... padahal orang itu berniat baik sama kamu...



Saya punya sebuah kata pepatah bijak niih...

"Ketika kamu bertemu dengan seseorang, maka anggaplah itu sebagai pertemuan suci, apabila kamu menilai orang itu, maka saat itu kamu sedang menilai dirimu sendiri."


Jadi, ketika kita menganggap seseorang itu buruk, sebenernya kita sedang mengatakan bahwa kita itu buruk dsb.

Dan juga tmen2, dari kisah tersebut bisa kita ambil makna, mungkin selama ini kita hanya ingat Allah ketika sedang susah, kita minta diberi nilai yg bagus, diberi harta, ketika kamu ingin laptop, kamu minta laptop kepada Allah..dsb... Tapi coba bayangkan, apakah pernah kita meminta cintanya Allah? Apakah pernah kita mencintai Allah.. Ketika kita senang, kita lupa kepada Allah, ketika kita sedang mendapatkan rezeki, kita lupa pada Allah.. Kalo gitu sih sama aja kita menganggap Allah sebagai dukun untuk pemuas nafsu duniawi... Kau anggap Allah itu adalah mesin pembuat apa yang kau inginkan, tak ada rasa cinta mu kepada Allah...
Ketika senang, jangankan kau bersyukur pada Allah, ingatpun tidak.. Apakah itu yang dikatakan umatnya Nabi Muhammad SAW ?

oleh karena itu, mari kita istigfar... Hidup kita di dunia hanya sesaat..

Nah itu aja teman2, ambil hikmah nya yah, tetap ber-KAIZEN !

Salam165

Wassalamu'alaikum Wr.Wb

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar