Rabu, 19 November 2014

Memaknai Film Interstellar

artikel motivasi, film sains, interstellar, memahami interstellar, memaknai film, motivasi islami, movie review, review film,
Insterstellar Moview Review (Moslem point of view)


Sahabat, kemarin malam saya mendapat kesempatan untuk bersantai dan menonton film 'Interstellar' di Blitzmegaplex.

Film ini berkisah tentang bagaimana bumi yang sudah rusak dan tidak lagi nyaman untuk dihuni. Berbagai bencana alam, kekeringan, kesulitan pangan, air bersih, debu dan berbagai macam hal lainnya yang membuat bumi 'tidak' layak huni.

Hingga akhirnya ada seorang lelaki yang berkesempatan untuk mencari planet baru yang cocok untuk ditinggali oleh manusia dan meninggalkan anak perempuannya yang masih kecil. Karena di sistem tata surya kita sudah diteliti dan tidak ada yang layak huni karena tidak ada tanda-tanda kehidupan. Mereka akhirnya meneliti ke luar tata surya dengan melalui warmhole (lubang cacing) yang bisa menembus dimensi luar angkasa dengan kecepatan cahaya.


Hal ini membuat adanya perbedaan gravitasi dan sesuai dengan teori hukum relativitas Einstein, bisa membuat perbedaan waktu antara bumi dan planet-planet yang mereka kunjungi. 1 jam di planet air yang mereka temukan, sama dengan 7 tahun lamanya di bumi. Karena Copper menghabiskan 3 jam lebih di planet tersebut, akhirnya seperti lebih dari 20 tahun di bumi. Sehingga setelah 3 jam lebih copper berada di planet dengan dilatasi waktu yang berbeda dengan bumi. Makan anaknya yang masih kecil menjadi seusia dengannya.

Ya, Interstellar adalah film yang benar-benar saintifik. Memakai berbagai rumus fisika. Dan rumus-rumus itu adalah benar. Dan bisa dibuktikan kebenarannya dengan rumus fisika.

Tapi taukah sahabat? Hal itu sudah lebih dulu disampaikan oleh Nabi Muhammad Saw jauh sebelum Einstein menemukan teori-teori fisika tersebut.

Nabi Muhammad pernah bersabda pada para sahabat, bahwa perbedaan waktu di dimensi dunia dan dimensi akhirat adalah ribuan tahun bedanya.

"Dan sesungguhnya satu hari (menurut perhitungan) Tuhanmu adalah seperti 1000 tahun menurut perkiraanmu." [Al-Hajj ayat 47]

"Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu." [As-Sajdah ayat 5]

Berdasarkan 2 ayat diatas, kita bisa perkirakan perbandingan hari antara dunia dan akhirat dengan hitungan matematika dasar.
1 hari di akhirat = 1.000 tahun di dunia
1 tahun di dunia = 365 hari
1 hari di akhirat = 365 x 1000 = 365.000 hari

Berarti satu hari di akhirat adalah 365 ribu hari di dunia.

Coba kita misalkan, jika 1 hari di akhirat juga ada 24 jam seperti di dunia.
1 hari di akhirat = 1.000 tahun di dunia
1 hari di dunia = 24 jam
1 jam di akhirat = 1000/24 = 41,7 tahun

Maka setiap jam di akhirat adalah sama dengan 41,7 tahun di dunia.

Usia harapan hidup umat Nabi Muhammad adalah kurang lebih 60 tahun.
maka jika kita bandingkan waktu hidup di dunia dengan kehidupan akhirat.
1 jam di akhirat = 41,7 tahun
60 tahun/41,7 tahun = 1,4 jam

Maka kita hanya hidup di dunia selama 1,4 jam berdasarkan hitungan akhirat.

"Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan main-main dan senda gurau belaka. Dan sesungguhnya negeri akhirat itu adalah terlebih baik bagi orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?"

Rasulullah Sallallahu’Alaihi wa Sallam bersabda,
Celupkan jarimu ke air lautan, kemudian angkat telunjukmu dan air yang menetes dari ujung jarimu itu adalah perumpamaan kehidupan di dunia dan sisanya yang ada di lautan dan samudera, itulah perumpamaan kehidupan akhirat.

“Hai jama’ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan (teknologi)”. (QS al-Rahm├ón [55]: 33)




Edvan Muhammad Kautsar

Motivator | Entrepreneur | Author
Twitter: @EdvanMKautsar | FB: Edvan M Kautsar Official | IG: edvanmkautsar
http://edvanmkautsar.com
Mengundang sebagai pembicara: 0812 9333 7663 / 0812 1040 2448

Artikel Motivasi Terbaru

Lihat artikel motivasi lainnya disini

2 komentar: