Sabtu, 07 Juni 2014

Motivator Muda, Pengusaha, dan Penulis Edvan M Kautsar - Sukses = Bermanfaat bagi Orang Banyak

seminar entrepreneurship, training motivasi
Edvan M Kautsar sedang memberikan seminar wirausaha sebagai motivator muda di salah satu kampus di Jakarta


Kita sering melihat motivator adalah sosok yang matang dari segi usia. Namun, Edvan Muhammad Kautsar mampu mendobrak kondisi tersebut. Dia sudah menjadi motivator sejak usia sangat belia, yakni SMP. Kini, di usia 21 tahun, Edvan tak hanya menjadi motivator ulung, tapi juga entrepreneur sukses dengan berbagai usahanya.

Perjalanan panjang Edvan mewujudkan segala impiannya dituangkan dalam sebuah buku bertitel Dreams Come True-4 Kunci Sukses Sejak Muda(2013). Segala yang diraihnya saat ini bukan tanpa kegagalan dan halangan. Berikut wawancara dengan the youngest motivator of Asia2012versi Entrepreneur Festival ini:

Anda sudah menjadi motivator saat masih berusia 14 tahun. Bagaimana ceritanya?

Semua bermula saat saya mengikuti trainingmotivasi kala masih SMP. Kebetulan saya menjabat ketua OSIS. Tapi, saat itu saya tipe anak yang sulit berkomunikasi dengan baik. Pertama kali ikut training, saya langsung tergugah. Saya kagum melihat kepandaian pembicara dan konsepnya yang bagus. Saya berpikir, kalau orang lain bisa jadi pembicara kenapa saya tidak? Akhirnya, saya berlatih seolah-olah menjadi orator saat di kamar atau waktu mengendarai motor, sampai teriakteriak. Hehehe.... Saya pun memberanikan diri untuk meminjam rumah orang, menyewa layar, sound system, lalu mengundang adik dan kakak kelas serta mahasiswa untuk datang ke seminar motivasi pertama saya.

Apa yang terjadi saat itu?

Pada akhir acara ternyata mati listrik. Layaknya kebanyakan training motivasi, pada akhir acara ada bagian yang membuat peserta haru dan menangis. Namun, karena insiden tersebut, mereka justru tertawa, malah saya yang mau menangis. Meski begitu, saya tidak kapok. Dengan dukungan teman- teman, saya terus menggelar seminar lagi hingga akhirnya diundang menjadi pembicara. Pernah, saat usia 15 tahun, saya diundang untuk mengisi seminar yang dihadiri 300 guru se- Priangan Timur. Hingga pada 2012 saya dinobatkan menjadi motivator termuda se-Asia di Festival Entrepreneur 2 Jakarta.

Bagaimana kiat Anda untuk semakin populer sebagai motivator?

Ya, itu berjalan dengan sendirinya. Acara pemberian motivasi dari kampus ke kampus biasanya diberitakan media cetak, selanjutnya radio, hingga televisi. Publikasi media membuat nama saya dikenal luas. Undangan pun berdatangan dari berbagai daerah di Indonesia.

Saat menjadi pembicara, materi apa yang biasa Anda sampaikan?

Trainingmotivasi yang saya berikan lebih pada karakter dan entrepreneur. Secara teori, berwirausaha itu mudah, tapi bagaimana membangun karakter agar kuat menghadapi segala kemungkinan yang bisa terjadi. Jika karakter kita lemah, sekali mengalami kegagalan, usaha kita akan hancur. Banyak yang berpikir bahwa menjadi pengusaha itu sulit karena perlu modal besar dan lainnya. Namun, asal kita tahu trik dan punya karakter yang kuat, kita pasti bisa. Itulah inti dari materi-materi yang saya sharedi berbagai seminar.

Saya juga memberikan berbagai tips usaha tanpa modal. Yang penting mulai dulu. Saya sekaligus ingin mengubah mindsetgenerasi muda Indonesia dalam mencari nafkah, dari hanya pekerja menjadi pembuka lapangan pekerjaan. Obsesi saya adalah dapat menginspirasi banyak orang agar bermental pengusaha. Virus entrepreneurshipitu yang selalu saya tularkan, baik kepada para peserta seminar dan karyawan di kantor.

Berbisnis pun Anda mulai dari usia muda?

Iya, saya mulai berjualan kaus di usia 14 tahun. Kemudian, di usia 16 tahun saya mencoba MLM dan hasilnya cukup memuaskan. Namun, ada alasan yang membuat saya akhirnya berhenti. Nah, saat usia 16 tahun, saya mulai menjajal usaha batubara sambil terus mengisi seminar. Saya ditawari untuk memasarkan lahan batu bara. Saya mempelajari segala hal tentang batu bara karena saat itu sama sekali awam. Tapi karena tidak paham juga, saya pun membuat tim.

Saya terus berusaha memasarkan lahan batu bara tersebut dan dari situ saya mendapatkan banyak kenalan pengusaha. Saya pun makin termotivasi menjadi pengusaha besar. Demi ini, saya sering bolak-balik Jakarta–Tasikmalaya dan bolos sekolah. Ternyata, lahan tersebut sudah terjual oleh marketerlain. Alhasil, secara materi saya rugi di ongkos. Tapi untungnya, saya bisa memperluas jaringan dan dapat banyak pengalaman serta pelajaran. Setiap datang ke Jakarta, saya tidur di masjid atau kantor orang karena rumah saudara saya jauh.

Apa yang mendorong Anda ingin sukses sejak muda?

Hal yang bikin saya ingin sukses sejak muda karena saya galau tentang masa depan. Itu sejak SD. Saya galau. Kalau tidak jadi dokter, bagaimana saya nanti? Soalnya, saya tidak mau kerja. Ayah saya selalu mewanti-wanti, ’Kak, nggak enak jadi pegawai, penuh tekanan, digaji, dan tidak bebas’. Lalu, ibu saya menyarankan agar menjadi dokter saja. Tapi, saya menemukan jawaban kegalauan saya sebagai pengusaha.

Setelah lulus SMA, apa yang Anda lakukan?

Bisa dibilang setelah lulus SMA adalah masa-masa kritis bagi keluarga saya. Ayah saya berhenti bekerja dan pabrik ibu saya bangkrut. Saya pun datang ke Jakarta dalam keadaan nol. Di Jakarta, saya menjadi resellerini-itu dan bantu ini-itu. Saya tidur di masjid. Setiap hari saya berkeliling membawa proposal untuk menawarkan trainingmotivasi karena itu yang bisa saya lakukan. Perlahan kondisi membaik dan saya mendirikan perusahaan.

Anda langsung mendirikan perusahaan?

Iya, bisa dibilang ini merupakan momen yang membuat saya bangkit. Saya mendirikan holding companypada 2012 yang membawahi beberapa divisi, yaitu trainingyang utama, partner in marketing, lembaga kursus bahasa Inggris khusus percakapan, menyediakan kurikulum pendidikan karakter, rumah bidan, dan desain grafis. Produk yang kami tawarkan memang yang kreatif dan belum ada kompetitornya saat itu. Dari penyediaan kurikulum pendidikan karakter ini, maka di usia 19 tahun saya menjadi dosen lepas.

Namun, pada akhir 2012 akhirnya perusahaan itu bubar dan hanya tiga divisi yang bisa bertahan. Saya meneliti ternyata orang sukses adalah orang yang bisa bermanfaat. Misalnya, Bill Gates sukses karena hidupnya bermanfaat, bikin softwaredan bermanfaat bagi dunia. Jadi, kalau mau sukses, bermanfaatlah bagi orang lain. Untuk itu, setiap produk yang kami buat mengacu agar bisa bermanfaat bagi orang lain.

Tiga divisi apa saja masih berjalan?

Awalnya tiga yaitu training, lembaga kursus, dan desain grafis. Namun, lembaga kursus pun tak lama tutup. Sekarang saya fokus di training, Kautsar Dimsum, dan baru kemarin bikin CV untuk sebuah tabloid entrepreneur. Tabloid bulanan ini bekerja sama dengan kementerian dan direncanakan didistribusikan gratis ke sekolah-sekolah .

Anda juga membuka usaha kuliner?

Pada awal 2013 saya berpikir bagaimana caranya untuk bisa meraih impian. Alhamdulillah, trainingtetap berjalan dan diawali dari Dubai. Saya semakin yakin di balik kesulitan ada kemudahan. Setiap saya mengalami penurunan ternyata ada lonjakan yang lebih besar lagi setelahnya. Untuk bisnis dimsum, sebenarnya saya belum pernah makan dimsum sama sekali hingga suatu ketika ditawari teman dan ternyata rasanya enak.

Saya berpikir bagaimana caranya bikin dimsum yang lebih enak. Saya kemudian bertemu ayah seorang peserta trainingyang mampu membuat dimsum. Akhirnya, saya mendirikan Kautsar Dimsum. Hingga awal 2014, terdapat 19 gerai Kautsar Dimsum di Jabodetabek dan Tasikmalaya. Dalam waktu dekat, saya berencana membukanya di Medan, Palembang, dan Bandung. Omzet usaha kuliner ini sekarang di atas Rp1 miliar per tahun. ●ema malini- koran sindo


Edvan Muhammad Kautsar
Motivator | Entrepreneur | Author
Twitter: @EdvanMKautsar | FB: Edvan M Kautsar Official
Mengundang sebagai pembicara: 0812 9333 7663 / 0812 1040 2448

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar